<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MY PARADISE</title>
	<atom:link href="http://herbetzhen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herbetzhen.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Aug 2009 10:59:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='herbetzhen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MY PARADISE</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://herbetzhen.wordpress.com/osd.xml" title="MY PARADISE" />
	<atom:link rel='hub' href='http://herbetzhen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BAHAYA ASAP ROKOK BAGI KESEHATN TUBUH MANUSIA</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/18/bahaya-asap-rokok-bagi-kesehatn-tubuh-manusia/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/18/bahaya-asap-rokok-bagi-kesehatn-tubuh-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 10:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Mon, 07/05/2007 &#8211; 10:32pm — godam64 Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok. 1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=21&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><FONT FACE="WESTMINSTER" SIZE COLOR="#FF12FGJ"><B><br />
Mon, 07/05/2007 &#8211; 10:32pm — godam64<br />
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.<br />
1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.<br />
2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.<br />
3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.<br />
4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.<br />
5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.<br />
6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.<br />
Kesimpulan :<br />
Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.<br />
Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=21&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/18/bahaya-asap-rokok-bagi-kesehatn-tubuh-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/15/20/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/15/20/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 23:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/15/20/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=20&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="visibility:hidden;width:0;height:0;" border="0" width="0" height="0" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI1MDMxNTY1OTkyMSZwdD*xMjUwMzE2NTEzNzAzJnA9MTQ2NDgxJmQ9Jm49d29yZHByZXNzJmc9MSZvPWI5NmY1MTY2MjhjMDQ5OGY4OTA3NjRmYjRmN2NiMDBmJm9mPTA=.gif" /><a href="http://s05.flagcounter.com/more/lKJA"><img src="http://s05.flagcounter.com/count/lKJA/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=3/maxflags=18/viewers=0/labels=0/" alt="free counters" border="0"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=20&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/15/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI1MDMxNTY1OTkyMSZwdD*xMjUwMzE2NTEzNzAzJnA9MTQ2NDgxJmQ9Jm49d29yZHByZXNzJmc9MSZvPWI5NmY1MTY2MjhjMDQ5OGY4OTA3NjRmYjRmN2NiMDBmJm9mPTA=.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://s05.flagcounter.com/count/lKJA/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=3/maxflags=18/viewers=0/labels=0/" medium="image">
			<media:title type="html">free counters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>janji lo ya</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/janji-lo-ya/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/janji-lo-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 09:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika mandilah seorang lelaki di air terjun nan indah&#8230; Mandilah dia dengan menanggalkan semua pakaiannya.. . Dan berkecipak-cipuk bermain dengan air&#8230; Dari jarak kejauhan datanglah seorang banci berjalan Dan mendekat, Mengintip lelaki tersebut yang sedang mandi&#8230; Is banci menikmatinya. .. Dan&#8230; UPPPS!!! Is banci menginjak ranting&#8230; &#8220;KKKRRRIIIIIEEEEK&#8221; Is lelaki terperanjat !!! Lelaki : SIAPA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=17&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika mandilah seorang lelaki di air terjun nan indah&#8230;<br />
Mandilah dia dengan menanggalkan semua pakaiannya.. .<br />
Dan berkecipak-cipuk bermain dengan air&#8230;<br />
Dari jarak kejauhan datanglah seorang banci berjalan Dan mendekat,<br />
Mengintip lelaki tersebut yang sedang mandi&#8230; Is banci menikmatinya. ..<br />
Dan&#8230;<br />
UPPPS!!! Is banci menginjak ranting&#8230; &#8220;KKKRRRIIIIIEEEEK&#8221;<br />
Is lelaki terperanjat !!!<br />
Lelaki : SIAPA TUCH ??<br />
Banci : (diam saja&#8230; Takut ketahuan)&#8230;<br />
Karena tidak Ada yang menjawab is lelaki melanjutkan mandinya&#8230;<br />
Tetapi is banci sial, dia jatuh terpeleset, &#8220;GUUUBRAAK&#8221;<br />
Lelaki : SIAPA LAGI TUCH ? KALO GAK NGAKU GW SUMPEL PAKE BARANG GW LOH!!!!<br />
Is banci keluar dari persembunyiannya sambil senyum-2 genit berkata<br />
&#8220;&#8230;JANJI LHO YA&#8230;!&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=17&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/janji-lo-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BODOH JADI CERDAS</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/bodoh-jadi-cerdas/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/bodoh-jadi-cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 09:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Seorang bapak mengajak anaknya yang baru berusia tujuh tahun ke kamp Perkemahan kaum nudis. Is anak terheran-heran melihat berbagai macam Ukuran kemaluan pria. Is bapak menjelaskan kepada anaknya, &#8220;Nak, besar Kecilnya kemaluan itu ditentukan oleh kecerdasan. Kemaluan orang cerdas Biasanya besar Dan kemaluan orang bodoh biasanya kecil.&#8221; Beberapa Hari Setelah itu, is anak lapor kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=15&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang bapak mengajak anaknya yang baru berusia tujuh tahun ke kamp<br />
Perkemahan kaum nudis. Is anak terheran-heran melihat berbagai macam<br />
Ukuran kemaluan pria. Is bapak menjelaskan kepada anaknya, &#8220;Nak, besar<br />
Kecilnya kemaluan itu ditentukan oleh kecerdasan. Kemaluan orang cerdas<br />
Biasanya besar Dan kemaluan orang bodoh biasanya kecil.&#8221; Beberapa Hari<br />
Setelah itu, is anak lapor kepada bapaknya ketika IA baru pulang dari<br />
Kerja, &#8220;Pak, tadi siang ibu bercanda dengan orang bodoh di dalam kamar.<br />
Tapi makin lama saya lihat orang itu semakin cerdas.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=15&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/bodoh-jadi-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Data Manifest Penumpang Yang Tidak Sama</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/data-manifest-penumpang-yang-tidak-sama/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/data-manifest-penumpang-yang-tidak-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 08:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Tak lama setelah terjadi musibah jatuhnya pesawat terbang, berkumpulah para mentri, pakar lembaga survey Quick Count (hitung cepat), dan wartawan. Wartawan: “Pak, korban tewas berapa orang?” Mentri : “Semua awak dan penumpang tewas jadi ada 25 orang”. Wartawan: “Menurut Anda sebagai seorang pakar ?” Pakar : “23 orang tewas”. Wartawan: “Koq lain?” Pakar : ”Lah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=13&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak lama setelah terjadi musibah jatuhnya pesawat terbang, berkumpulah para mentri, pakar lembaga survey Quick Count (hitung cepat), dan wartawan.</p>
<p>Wartawan: “Pak, korban tewas berapa orang?”</p>
<p>Mentri : “Semua awak dan penumpang tewas jadi ada 25 orang”.</p>
<p>Wartawan: “Menurut Anda sebagai seorang pakar ?”</p>
<p>Pakar : “23 orang tewas”.</p>
<p>Wartawan: “Koq lain?”</p>
<p>Pakar : ”Lah Pak Mentri ngitung secara manual, sedangkan saya ngitung secara Quick Count. Beda dong…”</p>
<p>Wartawan: “Pak Mentri gimana nih… yg bener mana? 23 atau 25?”</p>
<p>Pak Mentri merasa terteror oleh keterangan Sang Pakar Quick Count dg jumlah korban berbeda. Setelah pikir-pikir sejenak maka dia ngejawab dg mantaaap.</p>
<p>Mentri : “Emm&#8230; Emm&#8230; begini adik-adik wartawan, jumlah semua yg meninggal ada 25 orang, terdiri atas 23 orang tewas akibat kecelakaan pesawat, plus 2 orang meninggal ketika pesawat baru terbang”</p>
<p>Wartawan : “Akh masa&#8230; tau dari mana?”</p>
<p>Mentri : “Kalo nggak percaya tanya aja sama almarhum pilotnya”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=13&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/08/data-manifest-penumpang-yang-tidak-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sahabat</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/sahabat/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 09:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sahabatku……….! Di dalam keremangan hidup ini, aku berjalan mencari arti kehidupan teringat aku padamu, Sahabatku……….! Engkau yang selalu membantu di dalam mencari arti kehidupan yang sebenarnya tapi kini dirimu tla jauh………dan terlalu jauh untuk ke jangkau Sahabatku……….! kepergianmu dengan tiba-tiba sangat ku sesali mengapakah aku tak tahu ?? setelah aku tahu semuanya engkau sudah tiada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=11&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabatku……….!<br />
Di dalam keremangan hidup ini,<br />
aku berjalan mencari arti kehidupan<br />
teringat aku padamu,<br />
Sahabatku……….!<br />
Engkau yang selalu membantu<br />
di dalam mencari arti kehidupan yang sebenarnya<br />
tapi kini<br />
dirimu tla jauh………dan terlalu jauh untuk ke jangkau<br />
Sahabatku……….!<br />
kepergianmu dengan tiba-tiba<br />
sangat ku sesali<br />
mengapakah aku tak tahu ??<br />
setelah aku tahu semuanya<br />
engkau sudah tiada padaku lagi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=11&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ketika cinta datang</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/ketika-cinta-datang/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/ketika-cinta-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 09:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[ketika cinta datang… hatiku selalu bilang “jujur” ketika cinta datang… hatiku selalu bilang “setia” ketika cinta datang… hatiku selalu bilang”syukur” ketika cinta datang… aku harus jujur, kalau setia itu merupakan bentuk syukurku… jangan pernah mencari yang lebih baik,..baik,..dan lebih baik lagi,.. baik bukan berarti baik buat hati,…<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=9&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ketika cinta datang…<br />
hatiku selalu bilang “jujur”<br />
ketika cinta datang…<br />
hatiku selalu bilang “setia”<br />
ketika cinta datang…<br />
hatiku selalu bilang”syukur”<br />
ketika cinta datang…<br />
aku harus jujur, kalau setia itu merupakan bentuk syukurku…<br />
jangan pernah mencari yang lebih baik,..baik,..dan lebih baik lagi,..<br />
baik bukan berarti baik buat hati,…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=9&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/ketika-cinta-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERADILAN RAKYAT</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/6/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 08:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/6/</guid>
		<description><![CDATA[Peradilan Rakyat Cerpen Putu Wijaya Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum. &#8220;Tapi aku datang tidak sebagai putramu,&#8221; kata pengacara muda itu, &#8220;aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini.&#8221; Pengacara tua yang bercambang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=6&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peradilan Rakyat<br />
Cerpen Putu Wijaya<br />
Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.</p>
<p>&#8220;Tapi aku datang tidak sebagai putramu,&#8221; kata pengacara muda itu, &#8220;aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini.&#8221;</p>
<p>Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung.</p>
<p>&#8220;Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?&#8221;<br />
Pengacara muda tertegun. &#8220;Ayahanda bertanya kepadaku?&#8221;<br />
&#8220;Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung<br />
tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini.&#8221;<br />
Pengacara muda itu tersenyum.<br />
&#8220;Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku.&#8221;<span id="more-6"></span></p>
<p>&#8220;Tentu saja. Aku juga pernah muda seperti kamu. Dan aku juga berani, kalau perlu kurang ajar. Aku pisahkan antara urusan keluarga dan kepentingan pribadi dengan perjuangan penegakan keadilan. Tidak seperti para pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang. Bahkan tidak seperti para elit dan cendekiawan yang cemerlang ketika masih di luar kekuasaan, namun menjadi lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan untuk menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya. Kamu pasti tidak terlalu jauh dari keadaanku waktu masih muda. Kamu sudah membaca riwayat hidupku yang belum lama ini ditulis di sebuah kampus di luar negeri bukan? Mereka menyebutku Singa Lapar. Aku memang tidak pernah berhenti memburu pencuri-pencuri keadilan yang bersarang di lembaga-lembaga tinggi dan gedung-gedung bertingkat. Merekalah yang sudah membuat kejahatan menjadi budaya di negeri ini. Kamu bisa banyak belajar dari buku itu.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu tersenyum. Ia mengangkat dagunya, mencoba memandang pejuang keadilan yang kini seperti macan ompong itu, meskipun sisa-sisa keperkasaannya masih terasa.</p>
<p>&#8220;Aku tidak datang untuk menentang atau memuji Anda. Anda dengan seluruh sejarah Anda memang terlalu besar untuk dibicarakan. Meskipun bukan bebas dari kritik. Aku punya sederetan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah Anda lakukan. Dan aku terlalu kecil untuk menentang bahkan juga terlalu tak pantas untuk memujimu. Anda sudah tidak memerlukan cercaan atau pujian lagi. Karena kau bukan hanya penegak keadilan yang bersih, kau yang selalu berhasil dan sempurna, tetapi kau juga adalah keadilan itu sendiri.&#8221;</p>
<p>Pengacara tua itu meringis.<br />
&#8220;Aku suka kau menyebut dirimu aku dan memanggilku kau. Berarti kita bisa bicara sungguh-sungguh sebagai profesional, Pemburu Keadilan.&#8221;<br />
&#8220;Itu semua juga tidak lepas dari hasil gemblenganmu yang tidak kenal ampun!&#8221;<br />
Pengacara tua itu tertawa.<br />
&#8220;Kau sudah mulai lagi dengan puji-pujianmu!&#8221; potong pengacara tua.<br />
Pengacara muda terkejut. Ia tersadar pada kekeliruannya lalu minta maaf.</p>
<p>&#8220;Tidak apa. Jangan surut. Katakan saja apa yang hendak kamu katakan,&#8221; sambung pengacara tua menenangkan, sembari mengangkat tangan, menikmati juga pujian itu, &#8220;jangan membatasi dirimu sendiri. Jangan membunuh diri dengan diskripsi-diskripsi yang akan menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam, karena kamu sangat diperlukan oleh bangsamu ini.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang.</p>
<p>&#8220;Aku datang kemari ingin mendengar suaramu. Aku mau berdialog.&#8221;<br />
&#8220;Baik. Mulailah. Berbicaralah sebebas-bebasnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terima kasih. Begini. Belum lama ini negara menugaskan aku untuk membela seorang penjahat besar, yang sepantasnya mendapat hukuman mati. Pihak keluarga pun datang dengan gembira ke rumahku untuk mengungkapkan kebahagiannya, bahwa pada akhirnya negara cukup adil, karena memberikan seorang pembela kelas satu untuk mereka. Tetapi aku tolak mentah-mentah. Kenapa? Karena aku yakin, negara tidak benar-benar menugaskan aku untuk membelanya. Negara hanya ingin mempertunjukkan sebuah teater spektakuler, bahwa di negeri yang sangat tercela hukumnya ini, sudah ada kebangkitan baru. Penjahat yang paling kejam, sudah diberikan seorang pembela yang perkasa seperti Mike Tyson, itu bukan istilahku, aku pinjam dari apa yang diobral para pengamat keadilan di koran untuk semua sepak-terjangku, sebab aku selalu berhasil memenangkan semua perkara yang aku tangani.</p>
<p>Aku ingin berkata tidak kepada negara, karena pencarian keadilan tak boleh menjadi sebuah teater, tetapi mutlak hanya pencarian keadilan yang kalau perlu dingin danbeku. Tapi negara terus juga mendesak dengan berbagai cara supaya tugas itu aku terima. Di situ aku mulai berpikir. Tak mungkin semua itu tanpa alasan. Lalu aku melakukan investigasi yang mendalam dan kutemukan faktanya. Walhasil, kesimpulanku, negara sudah memainkan sandiwara. Negara ingin menunjukkan kepada rakyat dan dunia, bahwa kejahatan dibela oleh siapa pun, tetap kejahatan. Bila negara tetap dapat menjebloskan bangsat itu sampai ke titik terakhirnya hukuman tembak mati, walaupun sudah dibela oleh tim pembela seperti aku, maka negara akan mendapatkan kemenangan ganda, karena kemenangan itu pastilah kemenangan yang telak dan bersih, karena aku yang menjadi jaminannya. Negara hendak menjadikan aku sebagai pecundang. Dan itulah yang aku tentang.</p>
<p>Negara harusnya percaya bahwa menegakkan keadilan tidak bisa lain harus dengan keadilan yang bersih, sebagaimana yang sudah Anda lakukan selama ini.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu berhenti sebentar untuk memberikan waktu pengacara senior itu menyimak. Kemudian ia melanjutkan.</p>
<p>&#8220;Tapi aku datang kemari bukan untuk minta pertimbanganmu, apakah keputusanku untuk menolak itu tepat atau tidak. Aku datang kemari karena setelah negara menerima baik penolakanku, bajingan itu sendiri datang ke tempat kediamanku dan meminta dengan hormat supaya aku bersedia untuk membelanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu kamu terima?&#8221; potong pengacara tua itu tiba-tiba.<br />
Pengacara muda itu terkejut. Ia menatap pengacara tua itu dengan heran.<br />
&#8220;Bagaimana Anda tahu?&#8221;</p>
<p>Pengacara tua mengelus jenggotnya dan mengangkat matanya melihat ke tempat yang jauh. Sebentar saja, tapi seakan ia sudah mengarungi jarak ribuan kilometer. Sambil menghela napas kemudian ia berkata: &#8220;Sebab aku kenal siapa kamu.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda sekarang menarik napas panjang.<br />
&#8220;Ya aku menerimanya, sebab aku seorang profesional. Sebagai seorang pengacara aku tidak bisa menolak siapa pun orangnya yang meminta agar aku melaksanakan kewajibanku sebagai pembela. Sebagai pembela, aku mengabdi kepada mereka yang membutuhkan keahlianku untuk membantu pengadilan menjalankan proses peradilan sehingga tercapai keputusan yang seadil-adilnya.&#8221;</p>
<p>Pengacara tua mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.<br />
&#8220;Jadi itu yang ingin kamu tanyakan?&#8221;<br />
&#8220;Antara lain.&#8221;<br />
&#8220;Kalau begitu kau sudah mendapatkan jawabanku.&#8221;<br />
Pengacara muda tertegun. Ia menatap, mencoba mengetahui apa yang ada di dalam lubuk hati orang tua itu.<br />
&#8220;Jadi langkahku sudah benar?&#8221;<br />
Orang tua itu kembali mengelus janggutnya.</p>
<p>&#8220;Jangan dulu mempersoalkan kebenaran. Tapi kau telah menunjukkan dirimu sebagai profesional. Kau tolak tawaran negara, sebab di balik tawaran itu tidak hanya ada usaha pengejaran pada kebenaran dan penegakan keadilan sebagaimana yang kau kejar dalam profesimu sebagai ahli hukum, tetapi di situ sudah ada tujuan-tujuan politik. Namun, tawaran yang sama dari seorang penjahat, malah kau terima baik, tak peduli orang itu orang yang pantas ditembak mati, karena sebagai profesional kau tak bisa menolak mereka yang minta tolong agar kamu membelanya dari praktik-praktik pengadilan yang kotor untuk menemukan keadilan yang paling tepat. Asal semua itu dilakukannya tanpa ancaman dan tanpa sogokan uang! Kau tidak membelanya karena ketakutan, bukan?&#8221;<br />
&#8220;Tidak! Sama sekali tidak!&#8221;<br />
&#8220;Bukan juga karena uang?!&#8221;<br />
&#8220;Bukan!&#8221;<br />
&#8220;Lalu karena apa?&#8221;<br />
Pengacara muda itu tersenyum.<br />
&#8220;Karena aku akan membelanya.&#8221;<br />
&#8220;Supaya dia menang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak ada kemenangan di dalam pemburuan keadilan. Yang ada hanya usaha untuk mendekati apa yang lebih benar. Sebab kebenaran sejati, kebenaran yang paling benar mungkin hanya mimpi kita yang tak akan pernah tercapai. Kalah-menang bukan masalah lagi. Upaya untuk mengejar itu yang paling penting. Demi memuliakan proses itulah, aku menerimanya sebagai klienku.&#8221;<br />
Pengacara tua termenung.<br />
&#8220;Apa jawabanku salah?&#8221;<br />
Orang tua itu menggeleng.</p>
<p>&#8220;Seperti yang kamu katakan tadi, salah atau benar juga tidak menjadi persoalan. Hanya ada kemungkinan kalau kamu membelanya, kamu akan berhasil keluar sebagai pemenang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jangan meremehkan jaksa-jaksa yang diangkat oleh negara. Aku dengar sebuah tim yang sangat tangguh akan diturunkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi kamu akan menang.&#8221;<br />
&#8220;Perkaranya saja belum mulai, bagaimana bisa tahu aku akan menang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah bertahun-tahun aku hidup sebagai pengacara. Keputusan sudah bisa dibaca walaupun sidang belum mulai. Bukan karena materi perkara itu, tetapi karena soal-soal sampingan. Kamu terlalu besar untuk kalah saat ini.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu tertawa kecil.<br />
&#8220;Itu pujian atau peringatan?&#8221;<br />
&#8220;Pujian.&#8221;<br />
&#8220;Asal Anda jujur saja.&#8221;<br />
&#8220;Aku jujur.&#8221;<br />
&#8220;Betul?&#8221;<br />
&#8220;Betul!&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu tersenyum dan manggut-manggut. Yang tua memicingkan matanya dan mulai menembak lagi.<br />
&#8220;Tapi kamu menerima membela penjahat itu, bukan karena takut, bukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukan! Kenapa mesti takut?!&#8221;<br />
&#8220;Mereka tidak mengancam kamu?&#8221;<br />
&#8220;Mengacam bagaimana?&#8221;<br />
&#8220;Jumlah uang yang terlalu besar, pada akhirnya juga adalah sebuah ancaman. Dia tidak memberikan angka-angka?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak.&#8221;<br />
Pengacara tua itu terkejut.<br />
&#8220;Sama sekali tak dibicarakan berapa mereka akan membayarmu?&#8221;<br />
&#8220;Tidak.&#8221;<br />
&#8220;Wah! Itu tidak profesional!&#8221;<br />
Pengacara muda itu tertawa.<br />
&#8220;Aku tak pernah mencari uang dari kesusahan orang!&#8221;<br />
&#8220;Tapi bagaimana kalau dia sampai menang?&#8221;<br />
Pengacara muda itu terdiam.<br />
&#8220;Bagaimana kalau dia sampai menang?&#8221;<br />
&#8220;Negara akan mendapat pelajaran penting. Jangan main-main dengan kejahatan!&#8221;<br />
&#8220;Jadi kamu akan memenangkan perkara itu?&#8221;<br />
Pengacara muda itu tak menjawab.<br />
&#8220;Berarti ya!&#8221;<br />
&#8220;Ya. Aku akan memenangkannya dan aku akan menang!&#8221;</p>
<p>Orang tua itu terkejut. Ia merebahkan tubuhnya bersandar. Kedua tangannya mengurut dada. Ketika yang muda hendak bicara lagi, ia mengangkat tangannya.</p>
<p>&#8220;Tak usah kamu ulangi lagi, bahwa kamu melakukan itu bukan karena takut, bukan karena kamu disogok.&#8221;<br />
&#8220;Betul. Ia minta tolong, tanpa ancaman dan tanpa sogokan. Aku tidak takut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan kamu menerima tanpa harapan akan mendapatkan balas jasa atau perlindungan balik kelak kalau kamu perlukan, juga bukan karena kamu ingin memburu publikasi dan bintang-bintang penghargaan dari organisasi kemanusiaan di mancanegara yang benci negaramu, bukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Betul.&#8221;<br />
&#8220;Kalau begitu, pulanglah anak muda. Tak perlu kamu bimbang.</p>
<p>Keputusanmu sudah tepat. Menegakkan hukum selalu dirongrong oleh berbagai tuduhan, seakan-akan kamu sudah memiliki pamrih di luar dari pengejaran keadilan dan kebenaran. Tetapi semua rongrongan itu hanya akan menambah pujian untukmu kelak, kalau kamu mampu terus mendengarkan suara hati nuranimu sebagai penegak hukum yang profesional.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu ingin menjawab, tetapi pengacara tua tidak memberikan kesempatan.<br />
&#8220;Aku kira tak ada yang perlu dibahas lagi. Sudah jelas. Lebih baik kamu pulang sekarang. Biarkan aku bertemu dengan putraku, sebab aku sudah sangat rindu kepada dia.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu jadi amat terharu. Ia berdiri hendak memeluk ayahnya. Tetapi orang tua itu mengangkat tangan dan memperingatkan dengan suara yang serak. Nampaknya sudah lelah dan kesakitan.</p>
<p>&#8220;Pulanglah sekarang. Laksanakan tugasmu sebagai seorang profesional.&#8221;<br />
&#8220;Tapi&#8230;&#8221;</p>
<p>Pengacara tua itu menutupkan matanya, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Sekretarisnya yang jelita, kemudian menyelimuti tubuhnya. Setelah itu wanita itu menoleh kepada pengacara muda.<br />
&#8220;Maaf, saya kira pertemuan harus diakhiri di sini, Pak. Beliau perlu banyak beristirahat. Selamat malam.&#8221;</p>
<p>Entah karena luluh oleh senyum di bibir wanita yang memiliki mata yang sangat indah itu, pengacara muda itu tak mampu lagi menolak. Ia memandang sekali lagi orang tua itu dengan segala hormat dan cintanya. Lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu, agar suaranya jangan sampai membangunkan orang tua itu dan berbisik.</p>
<p>&#8220;Katakan kepada ayahanda, bahwa bukti-bukti yang sempat dikumpulkan oleh negara terlalu sedikit dan lemah. Peradilan ini terlalu tergesa-gesa. Aku akan memenangkan perkara ini dan itu berarti akan membebaskan bajingan yang ditakuti dan dikutuk oleh seluruh rakyat di negeri ini untuk terbang lepas kembali seperti burung di udara. Dan semoga itu akan membuat negeri kita ini menjadi lebih dewasa secepatnya. Kalau tidak, kita akan menjadi bangsa yang lalai.&#8221;</p>
<p>Apa yang dibisikkan pengacara muda itu kemudian menjadi kenyataan. Dengan gemilang dan mudah ia mempecundangi negara di pengadilan dan memerdekaan kembali raja penjahat itu. Bangsat itu tertawa terkekeh-kekeh. Ia merayakan kemenangannya dengan pesta kembang api semalam suntuk, lalu meloncat ke mancanegara, tak mungkin dijamah lagi. Rakyat pun marah. Mereka terbakar dan mengalir bagai lava panas ke jalanan, menyerbu dengan yel-yel dan poster-poster raksasa. Gedung pengadilan diserbu dan dibakar. Hakimnya diburu-buru. Pengacara muda itu diculik, disiksa dan akhirnya baru dikembalikan sesudah jadi mayat. Tetapi itu pun belum cukup. Rakyat terus mengaum dan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah.</p>
<p>Pengacara tua itu terpagut di kursi rodanya. Sementara sekretaris jelitanya membacakan berita-berita keganasan yang merebak di seluruh wilayah negara dengan suaranya yang empuk, air mata menetes di pipi pengacara besar itu.</p>
<p>&#8220;Setelah kau datang sebagai seorang pengacara muda yang gemilang dan meminta aku berbicara sebagai profesional, anakku,&#8221; rintihnya dengan amat sedih, &#8220;Aku terus membuka pintu dan mengharapkan kau datang lagi kepadaku sebagai seorang putra. Bukankah sudah aku ingatkan, aku rindu kepada putraku. Lupakah kamu bahwa kamu bukan saja seorang profesional, tetapi juga seorang putra dari ayahmu. Tak inginkah kau mendengar apa kata seorang ayah kepada putranya, kalau berhadapan dengan sebuah perkara, di mana seorang penjahat besar yang terbebaskan akan menyulut peradilan rakyat seperti bencana yang melanda negeri kita sekarang ini?&#8221; <!--more--><!--more--></p>
<p>Cirendeu 1-3-03</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=6&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Rumus Berhitung Cepat Mate-matika</title>
		<link>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/manfaat-rumus-berhitung-cepat-mate-matika/</link>
		<comments>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/manfaat-rumus-berhitung-cepat-mate-matika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 08:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herbetzhen</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips&trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herbetzhen.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Saya senang mengoleksi berbagai macam teknik berhitung cepat – aritmetikacepat. Beberapa rumus cepat ini saya peroleh dari guru-guru matematika saya. Sebagian yang lain saya peroleh dari membaca literatur. Bagian terpenting dari rumus cepat ini saya peroleh sendiri melalui ketekunan meneliti. Sempoa (abacus) adalah salah satu teknik berhitung cepat yang sangat mengagumkan. Selesai soal dibacakan, selesai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=3&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya senang mengoleksi berbagai macam teknik berhitung cepat – aritmetikacepat. Beberapa rumus cepat ini saya peroleh dari guru-guru matematika saya. Sebagian yang lain saya peroleh dari membaca literatur. Bagian terpenting dari rumus cepat ini saya peroleh sendiri melalui ketekunan meneliti.<span id="more-3"></span></p>
<p>Sempoa (abacus) adalah salah satu teknik berhitung cepat yang sangat mengagumkan. Selesai soal dibacakan, selesai juga proses perhitungan. Kita tinggal membaca hasil perhitungan tersebut pada sempoa. Bila sudah mahir mental aritmetika, kita tinggal membaca jawaban tersebut pada mental imajinasi kita.</p>
<p>Kumon adalah pendekatan yang berbeda. Kumon merupakan pendekatan pembelajaran cepat matematika. Tetapi isi matematikanya sendiri mirip dengan konsep matematika yang kita kenal selama ini. Metode Kumon mengandalkan pada pengulangan dan kemahiran. Dengan cara ini, (anak-anak) kita menjadi lebih mudah belajar matematika.</p>
<p>Jarimatika menampilkan beberapa variasi menarik dari teknik sempoa. Jarimatika mengelaborasi 10 jari kita untuk menggantikan peran sempoa. Terdapat beberapa trik khusus yang menarik memanfaatkan jari-jari kita.</p>
<p>Sakamoto, saya kenal pada awalnya sebagai pendekatan geometri kepada berbagai konsep matematika. Dengan pendekatan geometri, matematika menjadi lebih tervisualisasikan. Bukankah satu gambar bermakna seribu kata?</p>
<p>APIQ saya dirikan untuk memanfaatkan berbagai keunggulan teknik berhitung cepat. Dari sempoa kami belajar betapa petingya alat peraga fisik. APIQ memfasilitasi siswa dengan berbagai macam mainan fisik matematika seperti Onde Milenium, Kartu Milenium, Super Marble, dan lain-lain. Tentu saja setelah asyik bermain secara fisik, anak-anak akan menyerap konsep matematikanya secara mental.</p>
<p>Dari Kumon kami belajar betapa pentingnya pendekatan bertahap dalam matematika. APIQ memfasilitasi siswa dengan pendekatan bertahap mulai dari anak mengenal angka (bilangan) sampai menguasai kalkulus. Program ini menjadi perkerjaan besar bagi kami di APIQ.</p>
<p>Jarimatika di luar dugaan kami. Kami telah mengajarkan konsep jarimatika sebelum kami mendengar tentang lembaga Jarimatika. Jarimatika memberi pelajaran pada kami bahwa yang sederhana dapat menjadi sesuatu yang sangat menarik. APIQ memperkaya diri dengan berbagai trik menggunakan jari.</p>
<p>Visualisasi geometri lebih kita tekankan lagi setelah mengenal Sakamoto. Tetapi APIQ melangkah lebih jauh dari sekedar visualisasi. APIQ mengembangkan mainan alat peraga khusus untuk berbagai konsep matematika penting. Untuk pecahan, APIQ mengembangkan mainan lingkaran milenium. Untuk luas, keliling, volume APIQ mengembangkan dadu milenium.</p>
<p>Kami mempercayai:<br />
Gambar bermakna seribu kata<br />
Peraga bermakna seribu gambar</p>
<p>Saya sempat agak ragu-ragu. Mengapa repot-repot belajar berhitung cepat? Bukankah sudah ada kalkulator? Bukankah sudah ada komputer?</p>
<p>Berhitung cepat bukan berarti tidak boleh menggunakan kalkulator. Pun bukan berarti tidak boleh memanfaatkan komputer. Orang yang ahli menggunakan kalkulator dan komputer juga tidak dilarang belajar berhitung cepat. Jadi, kita tidak perlu mempertentangkan berhitung cepat dengan mesin hitung cepat.</p>
<p>Banyak manfaat dari belajar berhitung cepat. Salah satu manfaat terpenting adalah menjadi lebih kreatif. Orang yang memiliki banyak koleksi teknik berhitung cepat akan selalu terbuka pada ide-ide kreatif baru. Tokoh-tokoh besar dunia banyak yang menggemari permainan berhitung cepat.</p>
<p>Gauss, tokoh besar matematika, terkenal sebagai orang yang mengatakan:<br />
”Mathematic is queen of science. And queen of mathematic is arithmetic.”<br />
“Matematika adalah ratu ilmu pengetahuan. Dan ratu matematika adalah aritmetika.”</p>
<p>Anda yang pernah mempelajari matematika perguruan tinggi pasti mengenal Gauss. Apalagi Anda yang belajar di teknik elektro atau fisika pasti banyak mempelajari teori Gauss. Khususnya ketika mempelajari teori medan.</p>
<p>Gauss terkenal sebagai kalkulator berjalan – mesin hitung berjalan. Ia dapat melakukan perhitungan cepat hanya dalam kepala. Tanpa alat bantu apa pun. Gauss mengejutkan orang-orang di sekitarnya, bahkan gurunya, ketika menyelesaikan sebuah perhitungan hanya beberapa detik. Sementara orang-orang pada umumnya membutuhkan waktu lebih dari setengah jam.</p>
<p>Richard Feynman adalah peraih nobel fisika yang menggemaskan. Feynman memiliki hobi terus memainkan angka-angka. Ia dikenal juga sebagai kalkulator berjalan. Bahkan ia bisa menghitung nila log 2 sampai ketelitian 7 digit di belakang koma hanya dalam beberapa detik. Ketika ditanya oleh orang-orang bagaimana cara melakukannya, Feynman menjawab, ”Saya telah menghafalnya semalam.” Itulah gaya Feynman.</p>
<p>Berikut ini contoh perhitungan yang disukai Feynman. Saya mengenal sebelumnya dari Trachtenberg. Dan saya sudah melakukan berbagai visualisasi dengan teknik perkalian bintang di APIQ.</p>
<p>54<sup>2</sup> = 2916</p>
<p>55<sup>2</sup> = 3025</p>
<p>56<sup>2</sup> = 3136</p>
<p>57<sup>2</sup> = … … …</p>
<p>58<sup>2</sup> = … … …</p>
<p>Cobalah mengisi titik-titik di atas degan menebaknya. Anda pasti bisa langsung menebaknya. Berhasil? Coba lagi yang ini:</p>
<p>59<sup>2</sup> = … … …</p>
<p>51<sup>2</sup> = 2601</p>
<p>52<sup>2</sup> = … … …</p>
<p>53<sup>2</sup> = … … …</p>
<p>Tentu kita dapat menghitungnya dengan cara seperti biasa. Kita juga dapat menyelesaikannya dengan kalkulator. Tetapi apa kreatifnya? Apa asyiknya? Ini lah cara asyiknya!</p>
<p>54<sup>2</sup> = 2916</p>
<p>29 kita peroleh dari 25 + 4</p>
<p>16 kita peroleh dari 4<sup>2</sup></p>
<p>56<sup>2</sup> = 3136</p>
<p>31 kita peroleh dari 25 + 6</p>
<p>36 kita peroleh dari 6<sup>2</sup></p>
<p>57<sup>2</sup> = 3249</p>
<p>32 kita peroleh dari 25 + 7</p>
<p>49 kita peroleh dari 7<sup>2</sup></p>
<p>Bagi Anda yang akan menempuh UN, SPMB, dan UMPTN 2008, teknik berhitung cepat juga dapat membantu Anda. Anda juga dapat mengembangkan teknik berhitung cepat sendiri sesuai kebutuhan Anda. Tadinya saya akan menulis teknik berhitung cepat limit dengan teorema L’Hospital. Tapi saya khawatir akan menjadi terlalu panjang. Mohon doanya agar saya dapat menulis teorema L’Hospital pada kesempatan berikutnya.</p>
<p>Cobalah bermain-main dengan teknik berhitung cepat!<br />
Rasakan asyiknya!<br />
Jaga tetap open mind!<br />
Bagaimana menurut Anda?</p>
<p>Salam hangat…<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herbetzhen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herbetzhen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herbetzhen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herbetzhen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herbetzhen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herbetzhen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herbetzhen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herbetzhen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herbetzhen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herbetzhen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herbetzhen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herbetzhen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herbetzhen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herbetzhen.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herbetzhen.wordpress.com&amp;blog=8862605&amp;post=3&amp;subd=herbetzhen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herbetzhen.wordpress.com/2009/08/04/manfaat-rumus-berhitung-cepat-mate-matika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d923ed703c1d847a36c52452aab07794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herbetzhen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
